Pelayanan Kateterisasi Jantung

Ruangan ISWL

RSUD Cengkareng kembali meluncurkan salah satu dari layanan unggulan kepada masyarakat umum yaitu pelayanan Kateterisasi Jantung ( Cardiac Catheterization ). Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyakit pembunuh yang paling ditakuti di dunia. Penyakit ini berpotensi menyerang secara mendadak dan dapat berakibat gagal jantung, gangguan irama jantung fatal, hingga menimbulkan kematian. Pada PJK terjadi penumpukan lemak yang dilapisi otot polos dan serat pada dinding dalam pembuluh arteri koroner (pembuluh darah yang mensuplai darah bersih yang kaya oksigen ke otot jantung).

Pemeriksaan ESWL

Hal ini menyebabkan penyempitan dan penyumbatan aliran darah koroner ke otot jantung, sehingga darah bersih tidak dapat menuju otot jantung secara optimal. Sumbatan ini dapat membesar bahkan hingga menyumbat total aliran darah koroner. Hal paling berbahaya timbul bila sumbatan itu retak/pecah sehingga terjadi reaksi bekuan darah yang agresif pada sumbatan tersebut. Hal inilah yang disebut serangan jantung. Bila hal-hal di atas terjadi, otot jantung tidak mendapat oksigen dan menimbulkan rasa nyeri. Otot jantung tersebut akan mengalami kerusakan yang dapat mengakibatkan kematian.

Pemeriksaan ESWL

Koroangiografi atau Kateterisasi Koroner merupakan tindakan pemeriksaan dengan sinar-X (rőntgen) untuk melihat langsung sumbatan koroner. Dengan Koroangiografi dapat dilihat lokasi, keparahan, jumlah dan tipe sumbatan tersebut. Berdasarkan penilaian sumbatan tersebut dan kondisi pasien, akan ditentukan tindakan tatalaksana selanjutnya. Salah satu pilihan adalah dengan cara balon (angioplasti) dan/atau pemasangan stent/ring. Tindakan ini dinamakan “intervensi koroner perkutan” yang bertujuan untuk memperlancar aliran darah koroner yang tersumbat.

Pemeriksaan ESWL

Koroangiografi dilakukan di ruangan laboratorium koroangiografi atau Cath Lab yang dilengkapi mesin rontgen dan monitor. Pasien dibius lokal pada daerah masuknya kateter, dapat di pergelangan tangan atau pangkal/ lipat paha. Pasien tetap sadar selama prosedur sehingga dapat berkomunikasi dengan dokter saat tindakan berlangsung. Setelah dibius lokal di pergelangan tangan atau lipat paha, lokasi tersebut dimasukkan jarum yang berfungsi sebagai jalur masuk kateter.

Kateter sendiri berbentuk seperti selang kecil berdiameter sekitar 1 mm. Kateter ini akan masuk ke dalam pembuluh darah bersih, kemudian menyusurinya hingga jantung dan mencapai muara arteri koroner. Kontras (semacam zat pewarna) akan dialirkan melalui kateter tersebut menuju koroner sehingga aliran koroner akan terlihat melalui sinar X. Dari sini akan terlihat jelas bila terdapat sumbatan koroner. Bila diputuskan dilakukan angioplasti, balon dan yang masih kuncup akan dimasukkan melalui kateter kemudian dikembangkan di daerah sumbatan. Stent kemudian ditinggalkan di daerah tersebut untuk menjaga agar koroner tidak menyempit kembali.

Gejala - gejala penyakit jantung koroner :

  • Nyeri dada seperti diremas, ditekan, atau ditindih.
  • Nyeri dada sering menjalar ke lengan kiri, atau terkadang leher dan rahang.
  • Dapat disertai sesak nafas, keringat dingin, atau mual muntah.
  • Terkadang keluhan PJK dapat tidak khas, seperti hanya merasa sesak atau keringat dingin atau lemas yang tidak disertai nyeri dada. Hal ini sering pada perempuan, usia lanjut, atau penderita diabetes.