Berita & Artikel

Mekanisme Kerja Akupunktur Dalam Mengatasi Nyeri III

Posted 24.08.2011 | by Admin Web from dr. Martin Ganda, Sp. Ak| | Posted in Category Berita | Sub Category Health

Mekanisme kerja akupunktur

2. Tingkat spinal :

b. Reaksi heterosegmental : rangsangan berupa penusukan jarum akupunktur dibawa naik dari marginal cell menuju nucleus ventro posterior lateralis thalamus, dimana ia diproyeksikan ke cortex dan menjadi disadari tetapi pada midbrain, axon axon ini membuat kolateral ke periaqueductal grey matter. Periaqueductal grey matter berproyeksi ke bawah menuju nucleus raphe magnus pada bagian tengah dari Medulla Oblongata, dan selanjutnya mengirimkan serat seratonergik (5 HT) ke stalked cell.

Selanjutnya menghambat SG dengan mekanisme enkephalinergic sehingga mencegah informasi nyeri tiba di wide dynamic range cells yang berada dalam bagian abu abu dari Medulla Spinalis, yang mengirim axon axonnya menuju otak.

Periaqueductal grey matter juga dipengaruhi oleh opioid endorphinergic fibres yang turun dari hipothalamus, dimana hipothalamus menerima proyeksi dari cortex prefrontal. Sedangkan mekanisme Akupunktur adrenergik dapat dijelaskan sebagai berikut. Marginal cell diaktivasi oleh reseptor tusukan A , di samping ke nukleus ventral posterior lateral juga ke periaqueductal grey matter. Selain melalui nucleus raphe magnus juga ke nucleus raphe gigantocellularis.

Nucleus raphe gigantocellularis melalui axon noradrenergik (NAD) pada funiculus dorsolateralis menuju Stalked cell yang selanjutnya menghambat substantia gelatinosa cells dengan mekanisme enkephalinergik. Di samping itu dari traktus Spinothalamikus juga mengirim cabang cabang axon ke daerah daerah sebagai berikut :

b.1. Subnukleus retikularis dorsalis pada medulla oblongata bagian caudal. Proyeksi proyeksi descending dari struktur ini menginhibisi informasi yang dibangkitkan oleh rangsang nyeri yang tiba di medulla spinalis pada C nociceptor.

b.2. Nukleus paragigantosellularis lateralis yang mana secara tidak langsung (mungkin melalui locus coeruleus) menginhibisi tingkat medulla spinalis yang dimediasi oleh noradrenergic.

b.3. Locus coeruleus pada sambugan medulla oblongata dengan pons. Axon axon nor adrenergik ini secara langsung menghambat neuron neuron spinal ini, yang mana neuron neuron ini mempunyai hubungan sinaptik. (David Bowsher, 1998)

3. Tingkat sentral : terdapat suatu mekanisme neuronal yang disebut Diffuse noxious inhibitory controls (DNIC).
DNIC berasal dari subnukleus retikularis dorsalis dalam medulla oblongata kaudal dan menghambat SG. Sinyal penusukan dibawa oleh serabut somatik aferen ke medulla spinalis kemudian mengaktifkan Hipofise &ndashl; hipothalamus sehingga melepaskan β endorfin ke pembuluh darah dan cairan serebro spinalis, mengakibatkan meningkatnya analgesia fisiologis dan homeostasis berbagai macam sistem termasuk sistem imun, sistem kardiovaskular, sistem pernapasan dan perbaikan jaringan.

Ia juga mensekresi ACTH dan hormon lainnya seperti Thyrotropin Releasing Hormone, Growth Hormone, Anti Diuretic Hormone, Folicle Stimulating Hormone, Luteinizing Hormone, Steroid Hormone dan lain lain. Hormon ini dapat merangsang pembentukan kortisol yang berguna untuk memodifikasi sensasi nyeri dan reaksi imun.

(Le Bars, Dickenson dan Benson ,1979)

by : dr. Martin Ganda, Sp. Ak

 

 
Halaman Sebelumnya