Berita & Artikel

Mekanisme Kerja Akupunktur Dalam Mengatasi Nyeri II

Posted 15.08.2011 | by Admin Web from dr. Martin Ganda, Sp. Ak| | Posted in Category Artikel | Sub Category Health

Mekanisme kerja akupunktur

Mekanisme kerja Akupunktur dalam mengatasi nyeri dibagi dalam 3 tingkatan yaitu lokal, spinal dan sentral.

1. Tingkat lokal : Penjaruman menyebabkan mikrotrauma. Selanjutnya jaringan melepaskan mediatornya untuk memperbaiki kerusakan jaringan dengan segera dan memulai reaksi biokimia berantai yang cepat. Mediator pada reaksi berantai ini adalah histamin, serotonin, kinin, limfokinin, leukotrien dan prostaglandin. Efeknya terbatas hanya secara lokal. Mediator tersebut jarang menyebabkan reaksi jauh. Mikro trauma tersebut juga menyebabkan pelepasan neuropeptida Calsitonine Gene Related Peptide (CGRP), Substansia P anti inflamasi dan β endorfin lokal. CGRP dalam jumlah besar menyebabkan reaksi pro inflamasi, tetapi sebaliknya CGRP dalam jumlah kecil mempunyai efek anti inflamasi. Pemberian terapi akupunktur dengan perangsangan yang lemah dapat menyebabkan pelepasan CGRP yang mempunyai efek anti inflamasi tanpa merangsang sel sel pro inflamasi. β endorfin merangsang sel T helper 2 untuk menghasilkan Inter Leukin 10 yang dapat mengurangi reaksi inflamasi. β endorfin juga berfungsi mengurangi rasa nyeri. (Zijlstra F J, Lange I B, Huygen F J P M, Klein J , 2003).

2. Tingkat spinal terbagi dua :

a. Reaksi segmental : penusukan kulit oleh jarum Akupunktur merangsang serabut saraf aferen A yang mana akan diteruskan baik ke marginal cell maupun ke enkephalinergic stalked cell. Dari marginal cell rangsang diteruskan ke otak melalui traktus spinothalamikus yang membawa informasi tentang penusukan jarum sehingga nyeri tersebut dapat disadari. Dari enkephalinergic stalked cell dikeluarkan enkephalins yang menghambat substansia gelatinosa cell (SG) yang mana mencegah penyaluran informasi rangsang nyeri tersebut lebih lanjut ke otak.

By : dr. Martin Ganda Sp. Ak

 

 
Halaman Sebelumnya