Berita & Artikel

Bahan Pengawet Makanan Alami

Posted 07.01.2014 | by Admin Web| | Posted in Category Artikel | Sub Category Food & Beverage

Bahan pengawet makanan yang ada saat ini mungkin banyak dijumpai namun takaran serta kandungannya pada makanan yang diawetkan cenderung berbahaya bagi kesehatan jika terkonsumsi secara terus-menerus hingga dalam jumlah tertentu yang tanpa disadari akan berakibat setelah konsumen mengalami gangguan kesehatan. Tentunya sebagai konsumen yang sadar akan efek penggunaan bahan pengawet berusaha untuk berhati-hati dalam memilih bahan makanan. Berikut beberapa bahan pengawet makanan alami yang aman dikonsumsi meski berulang kali.

Garam
Garam adalah salah satu pengawet makanan tertua di dunia. Telah dipergunakan sejak jaman dahulu untuk mengawetkan daging dan ikan. Produk yang diaplikasikan garam umumnya memiliki kondisi yang baik bahkan selama beberapa tahun.
Namun, seiring kemajuan jaman, tidak semua makanan kini disimpan dan diawetkan selama bertahun-tahun. Biasanya cukup setidaknya 1-2 bulan saja sambil dikonsumsi. Garam sendiri bekerja mengawetkan makanan dengan cara mengdehidrasi makanan sehingga mikroba tidak hadir dalam makanan. Garam membuat makanan tetap kering sehingga mencegah pertumbuhan jamur dan ragi.

Gula
Seperti halnya garam, gula juga dapat menghilangkan kelembaban makanan. Ia juga mencegah pertumbuhan bakteri dan mikroba lainnya yang berkontrobusi terhadap dekomposisi. Gula ini dikenal sebagai pengawet selama ribuan tahun. Orang-orang Mesir kuno bahkan dikenal mengawetkan makanan dalam toples madu. Makanan yang biasanya diawetkan dengan gula ini memang rasanya manis, dimasak dengan gula sampai mengkristal. Namun ternyata memang usia konsumsinya jadi lebih panjang.

Ekstrak Rosemary
Tidak banyak orang di Indonesia yang mengenal rosemary. Namun ekstraknya sangat berguna untuk mengawetkan makanan secara alami. Sudah ratusan tahun ekstrak rosemary ini digunakan untuk memberikan aroma makanan yang harum dan enak. Caranya dengan menyuling ekstrak rosemary dan membiarkan antioksidan di dalamnya melindungi rasa dan penampilannya. Cara ini juga mencegah oksidasi dan dekomposisi makanan.

Cuka
Mengandung sekitar 5% asam asetat, cuka dapat membunuh bakteri dan mikro organisme lain. Biasanya, cuka dipakai untuk mencuci ayam, daging atau ikan, sehingga masa simpannya di dalam lemari es juga lebih lama.

Menggunakan bahan pengawet makanan alami memang lebih baik dari segi kesehatan, namun bukan berarti makanan yang diawetkan selain dengan bahan tersebut pantang dikonsumsi. Menghindari makanan yang berpengawet dengan pengawet kimia lebih baik,apalagi dengan mengkonsumsi bahan makanan segar yang diolah dengan baik. Semoga informasi tersebut bermanfaat, tetap semangat gaya hidup sehat.


 

vemale.com

 
Halaman Sebelumnya