Berita & Artikel

Anak Hiperaktif (III)

Posted 25.06.2013 | by Admin Web| | Posted in Category Tutorial | Sub Category Home and Family


Orang tua harus hati-hati dalam menentukan apakah naknya hiperaktift atau bukan. Untuk melakukan diagnosis, diperlukan kombinasi keterangan mengenai riwayat penyakit, pemriksaan medis, dan observasi terhadap perilaku anak. Keterangan ini sebaiknya diperoleh dari orang tua, guru dan anak sendiri. Observasi bisa dilakukan pada saat anak melakukan pekerjaan terstruktur di kelas, atau saat anak sedang bermain bebas bersama anak lain. Meski hiperaktif seharusnya muncul di setiap situasi, gejalanya bisa saja tidak jelas jika anak sedang melakukan aktifitas yang disukai, mendapat perlakua khusus atau berada dalam situasi yang memberi penghargaan pada tingkah laku yang normal. Sehingga pengawasan selintas di kamar ptraktik sering gagal menentukan ADHD.



Yang pasti, jika dikelola dengan baik, ADHD atau hiperaktif bisa dicegah. Tapi jika tidak ditangani secara dini, kasus ADHD bisa menjadi pemicu pengguna awal minuman berakohol, rokok dan narkoba pada usia dini. Berikut bebrapa cara mngatasi anak Hiperaktif ;



  • Anak Hiperaktif harus mendapatkan pendidikan khusus, terapi perilaku dan psikoterapi yang melibatkan seluruh anggota keluarga.



  • Keluarga harus berhati-hati mencari sekolah bagi anak berkebutuhan khusus, situasi belajar dan lingkungan di sekolah harus membuatnya nyaman.



  • Mengikutsertakan kegiatan positif untuk meningkatkan kedisiplinan anak, seperti bela diri, balet, berenang atau bermain bola basket.



  • Ajak anak tersebut untuk gembira bersama dengan berbagai permainan yang meningkatkan daya otak dan kecerdikan serta lakukan terus pendekatan melalui hal-hal tersebut agara anak tidak merasa sendiri.

  •  

    Oase

     
    Halaman Sebelumnya