Berita & Artikel

Anak Hiperaktif (II)

Posted 24.06.2013 | by Admin Web| | Posted in Category Tutorial | Sub Category Home and Family


Bagi anda yang memiliki anak hiperaktif, harus intropeksi diri. Dibawah ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku anak hingga menjadi hiperaktif :



1. Keturunan atau pembawaan dari orang tuanya
ini berkaitan dengan gen yang diturunkan kedua orang tuanya, pendidikan dan asupan nutrisi semasa dalam kandungan (gizi). Oleh Karena itu, jaga perilaku orang tua saat anak dalam kandungan.



2. Makanan yang dikonsumsi.
Makanan yang dikonsumsi anak sangat mempengaruhi perilaku anak. Berilah Anak asupan makanan sehat dan bergizi. Khusus anak hiperaktif, perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan.



3. Faktor Lingkup Pergaulan
Cipatakan lingkungan keluarga yang harmonis, mendidik dan rumah nyaman bagi anak.



4. Faktor Pendidikan.
Didiklah anak dengan baik. Anak senantiasa meniru apa saja yang dikatakan dan dilakukan oleh orang tua, saudara dan seluruh anggota keluarga. Jadikan diri anda sebagai idola yang patut diteladani oleh anak-anak.



Diagnosa. Sekali lagi, anak hiperaktif sering dianggap anak nakal, malas dan ceroboh. Padahal terapi yang tepat akan menghilangkan gejala-gejalanya. Biasanya gejala hiperaktif-impulsif mulai terlihat sebelum umur tujuh tahun. Gejala terjadi pada dua situasi berbeda atau lebih, misalnya disekolah dan di rumah. Selain itu, gejala bukan merupakan bagian bagian gangguan perkembangan pervasif(autisme), schizophernia atau gangguan jiwa berat lain, dan bukan disebabkab gangguan mood, kecemasan atau gangguan kepribadian. Orang tua harus hati-hati dalam menentukan apakah anaknya hiperaktif atau bukan.

 

Oase

 
Halaman Sebelumnya