Berita & Artikel

Cara Sehat Menyimpan ASI

Posted 27.04.2013 | by Admin Web| | Posted in Category Tips dan Trik | Sub Category Health

Bagi Ibu dalam masa menyusui, terlebih bagi para Ibu yang sering menjalankan aktifitasnya diluar rumah dan terpaksa meninggalkan Buah Hati yang selalu memerlukan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif tentu menjaga ketersediaan ASI menjadi hal yang wajib dilakukan. Namun, untuk menjaga kandungan serta manfaat ASI yang akan disimpan dalam waktu tertentu perlu dilakukan beberapa tips berikut, agar Buah Hati tetap mendapatkan nutrisi yang terkandung dalam ASI.

Siapkan wadah penampung ASI yang mudah disterilkan, biasanya berupa botol bertutup rapat yang terbuat dari gelas tahan panas.
Gunakan wadah yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum.

Bila ASI perah akan diberikan kurang dari 6 jam, maka tidak perlu di simpan di lemari pendingin. Sebaiknya jangan menyimpan ASI di suhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam. Bila perlu disimpan selama 24 jam, segera masukkan ASI perah ke dalam lemari pendingin pada suhu 4 derajat celcius (jangan sampai beku). Bila ASI perah akan digunakan dalam waktu 1 minggu atau lebih, maka ASI perah tersebut harus segera didinginkan dalam lemari pendingin selama 30 menit, lalu dibekukan pada suhu -18 derajat celcius atau lebih rendah. ASI yang sudah dibekukan dapat disimpan antara 3 - 6 bulan.

Bila mungkin, simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan. Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan ditutup. Beri label setiap wadah ASI yang berisi keterangan kapan ASI tersebut diperah.
Beri ruang kosong wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku. Sisakan kurang lebih 1/4 bagian kosong.

ASI yang telah dihangatkan tidak boleh didinginkan lagi untuk diberikan pada bayi di waktu minum berikutnya. Pembekuan yang lama (lebih dari 6 bulan) dapat mengubah komposisi kimia ASI, seperti terjadi penguraian beberapa senyawa lemak dan hilangnya beberapa senyawa yang berfungsi melawan organisme berbahaya. Risiko kontaminasi juga tinggi, jika tiba-tiba listrik padam sehingga susu cair dan dibekukan kembali. Simpan ASI beku sebagai cadangan untuk keadaan darurat.

Beberapa tips diatas merupakan sebagian langkah menyimpan ASI agar tetap terjaga kandungan serta nutrisinya. Alangkah baiknya jika pemberian ASI dilakukan secara langsung agar kedekatan Ibu dan Buah Hatinya semakin erat. Semoga informasi tersebut bermanfaat.

 

ayahbunda.co.id

 
Halaman Sebelumnya