website counter
|
|
 |
|

|
 |

|
 |
|
 |
 |
RSUD Cengkareng berdiri di atas lahan seluas 25.316 m2 dengan luas bangunan 31.600 m2. Pada tahun 1999, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama Walikota Jakarta Barat mengusulkan pembangunan sarana kesehatan berupa Rumah Sakit dengan memanfaatkan tanah fasos/fasum milik Perum Perumnas. Usulan tersebut kemudian di setujui oleh Gubernur DKI Jakarta. Pada tahun 2000 mulai di laksanakan tahap awal perencanaan fisik meliputi studi kelayakan, Studi Analis Dampak Lingkungan kemudian di hasilkan Master Plan dan Desain Engineering. Pembangunan pun berjalan dengan 2 tahap sesuai arahan Pemda DKI dengan persetujuan DPRD Propinsi DKI Jakarta.
Pembangunan Tahap 1 dilakukan dengan jangka waktu 187 hari kalender pada tahun 2000. Di tahun berikutnya berlanjut tahap 2 dengan hitungan 243 hari kalender. Proyek RSUD Cengkareng melaksanakan Evaluasi dan review atau value engineering atas nilai pelaksanaan pekerjaan pada tahap 1 dan 2, upaya ini dianggap berhasil karena memperoleh penghematan dalam pembangunan. Konsep perencanaan sebagai metamorfosis dari gubahan pesawat terbang karena letaknya dekat dengan Bandara Soekarno Hatta.
 |
Lobby RS didesain dengan ornamen - ornamen khas Betawi dengan lantai yang terukir indah, raling tangga yang terukir dengan counter yang penuh kekhasan Betawi dan ruangan serbaguna yang menjadikan suasana nyaman, hygienis, bersih, sejuk, indah dan elegan yang menjadi konsep dasar perencanaan RS ini. Tanggal 28 Oktober 2003, Pembukaan Pelayanan Rawat Jalan dan UGD ( Soft Opening), bersamaan dengan pembukaan pelayanan penunjang laboratorium, Radiologi, Apotik/farmasi, CSSD, Ambulance.Diawali dengan pemberian pengobatan gratis pada penduduk sekitar RS Cengkareng selama 3 hari, yaitu: 28, 29 dan 30 Oktober. Pada saat bersamaan, pembangunan fisik RS masih berlangsung.
Pada 1 Januari 2005 beroperasional sebagai Rumah Sakit dengan bentuk baru PT RS CENGKARENG . Dan pada Oktober 2006 RS Cengkareng berubah status menjadi BLUD hingga saat ini.
Sebagai rumah sakit Indonesia pertama yang mewujudkan konsep rumah sakit yang berbasis komunitas, Kami membangun dan menjaga sebuah jejaring rumah sakit umum dan fasilitas kesehatan dasar yang terintegrasi untuk mendukung aktifitas kami. Sebagai bagian dari tanggung jawab tersebut, kami juga merencanakan untuk memperluas jejaring tersebut untuk mendukung rumah sakit yang telah bekerja sama dengan luar negeri.
Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng juga menyediakan pelatihan dan edukasi medis untuk meningkatkan praktek profesi medis dari komunitas kami. Hal inilah yang menjadi alasan kami merencanakan untuk mendirikan sebuah pusat pengetahuan yang dapat membantu pertukaran pengetahuan antara profesi medis, secara nasional maupun internasional.
Dengan tanpa mengesampingkan status sebagai Rumah Sakit yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, RSUD Cengkareng berusaha sekuat tenaga untuk mandiri dengan cara penyelarasan persediaan, efektifitas biaya tanpa mengurangi standar pelayanan pasien yang terpusat pada kwalitas perawatan kesehatan. Hal inilah mengapa Kami menciptakan sebuah tim manajemen profesional untuk mengembangkan, memelihara dan meningkatkan kwalitas kegiatan di Rumah Sakit melalui penerapan " Total Quality Management".
Rumah Sakit Cengkareng berusaha keras untuk memfasilitasi seluruh kegiatan medis. Kami juga memiliki 10 ruang kelas yang didesain penuh dengan sistem internet berkecepatan tinggi. Dedikasi, loyalitas dan kerja keras seluruh pimpinan dan karyawan RSUD Cengkareng membuahkan suatu realita dari perjalanan RSUD Cengkareng dari tahun ke tahun.
|
|
 |
 |
 |
 |
|
Calendar
| JEJAK PENDAPAT |
Bagaiman menurut pendapat anda tentang pelayanan kesehatan di daerah Jakarta Barat
|
|